Friday, August 31, 2012

Ssst! Ilmuwan Temukan Dimana Letak G-spot Wanita

Meski istilah G-spot pada wanita telah aja sejak puluhan tahun yang lalu, namun tidak sedikit dari para ilmuwan yang meragukan keberadaannya. Namun kini seorang dokter ginekologi mengklaim bahwa titik tersebut memang benar-benar ada!

Istilah G-spot pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Grafenberg tahun 1980an dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Sexology. Meski begitu, banyak dari kalangan ilmuwan dan dokter meragukan keberadaan titik tersebut.

Dua tahun yang lalu, sebuah penelitian besar-besaran dilakukan di Inggris. Dari berbagai uji coba, mereka menyimpulkan bahwa G-spot sebenarnya tidak ada. Mereka menyebut hal tersebut merupakan imajinasi kaum perempuan yang terindoktrinasi oleh berbagai majalah dan terapis.

Tapi sebuah penelitian terbaru mengklaim titik G-spot memang benar ada. Namun karena bentuknya yang sangat kecil, membuat sedikit sulit untuk menemukannya.

Seperti yang diwartakan oleh Daily Mail, Rabu (25/04/2012), temuan tersebut diklaim oleh seorang pakar genikoloh Adam Ostrzenski. Ia mengatakan menemukan titik tersebut dengan mengobservasi bagian tubuh seorang wanita Polandia yang meninggal akibat luka di kepala.

Dalam penelitian yang telah diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine,  dokter yang juga mengajar di Institute of Psychology di St. Petersburg, Florida, mengatakan bahwa titik G-spot wanita berada di depan bibir vagina dengan ukuran yang sangat kecil, yakni sekitar 8,1 mm, 3,6 mm atau 1,5 mm.

"Studi ini membenarkan keberadaan titik G-spot, yang mungkin bisa memberikan pengertian lebih dan kemajuan terhadap fungsi seksual perempuan," jelas Oztrenski.

Kedepannya, Oztrenski berencana akan melakukan penelitian lebih mendalam untuk mengetahui apakah titik G-spot yang dimiliki seorang wanita berbeda-beda, mengikuti perkembangan usia. 




sumber
                                                                DOWNLOAD VIDEO

Nelayan Cina Temukan Monster Laut

 
Sebuah mahluk air berukuran raksasa telah ditemukan mati di tepi pantai Cina. Monster raksasa sepanjang 55 kaki tersebut ditemukan telah mati oleh seorang nelayan.

Menurut beberapa sumber, monster laut itu dipercaya berasal dari dasar laut. Sayangnya karena telah lama dan membusuk, binatang itu tidak dapat diidentifikasi.

Meski begitu, salah seorang penduduk di Guangdong menyebut bahwa monster laut tersebut memiliki berat hingga 4,5 ton.

Adalah Hwang, seorang nelayan berusia 65 tahun, yang menemukan monster laut itu. Ia mengatakan dirinya sangat terkejut ketika mendapatkan binatang ini telah mati.

Hwang menemukan binatang ini terikat di jaring miliknya. Dugaan sementara menyebutkan bahwa seorang nelayan mungkin sempat menangkapnya, namun karena terlalu besar maka ia tidak mampu membawanya.

Kini walaupun telah menjadi bangkai dan mengeluarkan bau busuk, penduduk sekitar terus berkerumun dan berdatangan demi memuaskaan rasa penasaran mereka terhadap mahluk unik tersebut.

Hingga kini belum ada tim resmi dari pemerintah ataupun badan kelautan yang menyelidiki tentang penemuan tersebut




sumber
                                                                DOWNLOAD VIDEO

Nimrod, Ikan Berhidung Mancung Yang Mirip Tokoh Petruk

Seekor ikan menjadi pusat perhatian di Sealife Center di Weymouht, Dorset. Hal ini tidak lepas dari bentuk hidungnya yang mancung mirip manusia. Bahkan jika dilihat dari samping, seluruh wajahnya bisa dibilang hampir sama dengan wajah manusia.

Ikan aneh ini diberinama 'unicorn fish' atau juga 'Nimrod'. Menurut supervisor Sealife Center, Matthew Fuller, tonjolan berbentuk hidung yang ada pada ikan tersebut sebetulnya merupakan tanduk yang bisa muncul di tempat yang berbeda di setiap jenis hewan lainnya.

Selain tanduk yang menyerupai hidung, ikan ini juga memiliki keistimewaan lainnya, yakni kemampuan mengubah warna kulitnya.

"Tidak ada yang tahu mengapa mereka bisa memiliki tanduk di depan kepala mereka. Tanduk ini tidak digunakan sebagai senjata atau untuk berenang. Jadi mungkin itu dipakai untuk menarik lawan jenis," ujar Matthew Fuller seperti yang dikutip Daily Mail.

"Mereka biasanya berukuran sangat kecil saat lahir, tapi sekarang Nimrod panjangnya 7 inci dan tanduknya 2 inci," lanjutnya.


Jika disamakan, ikan ini mirip dengan Petruk.


Ukuran tanduk yang dimiliki oleh ikan Nimrod bisa berbeda-beda.

Lebih jauh lagi, Fuller mengatakan bahwa meski bisa berubah warna namun Nimrod lebih sering berwarna abu-abu. Ia akan berwarna semakin gelap saat merasa diserang atau terjadi perubahan di lingkungannya, misal saat air perlu diganti.

Makanya kini tim peneliti menggunakan kemampuan ikan tersebut untuk memantau kualitas air akuariumnya.

Menurut laman Wiki, ikan unicorn fish biasanya hanya ditemukan di laut India dan Pasifik. Ketika tumbuh, tubuh mereka bisa membesar hingga sepanjang 25 inchi dan hanya memakan ganggang dan plankton.

Jika melihat kemancungan hidungnya, ikan ini tentu mengingatkan kita pada tokoh lucu Petruk, setuju?




                                                                DOWNLOAD VIDEO

Bocah SD mendadak Kaya Karena Muntahan Ikan Paus



Seorang bocah mendadak menjadi jutawan setelah dirinya tidak sengaja menemukan bongkahan yang ternyata berasal dari muntahan ikan paus.

Charlie Naysmith, pelajar SD berusia 8 tahun dari Southborne, awalnya tidak menyangka jika bongkahan seperti batu yang ditemukannya di pantai Hengistbury Head merupakan sebuah barang berharga yang cukup langka, yakni muntahan ikan paus sperma yang disebut dengan ambergis.

Muntahan tersebut mengeras menjadi batu setelah terkena paparan sinar matahari dan garam selama beberapa dekade. Bentuknya halus dan terasa seperti lilin serta berbau manis.

Sesuai dengan asalnya, substansi ini merupakan barang yang sangat berharga dan paling dicari oleh para pembuat parfum karena dapat memperpanjang durasi aroma parfum. Biasanya satu pon (500 gr) muntahan ikan paus ini dijual seharga USD 10 ribu (sekitar Rp 95 juta). Karena itulah banyak orang yang menyebut limbah pembuangan ikan paus ini sebagai 'emas mengambang'.

Untuk temuan Charlie sendiri diperkirakan beratnya mencapai lebih dari satu pon dan dihargai sekitar USD 63 ribu (sekitar Rp 600 juta). Dengan begitu, Charlie berpotensi menjadi jutawan cilik.



Muntahan ikan paus milik Charlie dihargai sekitar setengah miliar lebih.


Pantai tempat Charlie menemukan bongkahan yang disebut dengan 'emas mengambang'.

Namun, seperti yang dilaporkan oleh AsianTown.net, sang ayah, Alex Naysmith, tidak akan terburu-buru menjual temuan langka tersebut. Keluarga ini masih menunggu beberapa informasi tambahan dari ahli biologi kelautan.

Di dunia, walau masih ada beberapa parfum yang menggunakan ambergris, namun banyak dari para pembuat parfum lainnya yang menghindari pemakaian bahan ini karena bisa terkait dengan penangkapan ikan paus. Kini kebanyakan produse parfum beralih ke bahan sintetis.


Muntahan ikan paus sperma merupakan komoditas yang sangat berharga.[forum.viva.co.id]
                                                                DOWNLOAD VIDEO

Fenomena Hutan Bengkok di Polandia





Di Polandia, ada sebuah fenomena hutan unik yang hingga kini masih menjadi misteri. Pasalnya di hutan yang ditumbuhi ribuan pinus ini memiliki batang pohon yang seluruhnya bengkok ke arah utara.

Di kenal dengan nama 'Crooked Forest' atau Hutan Bengkok, terdapat sekitar 4.000 pohon pinus tinggi yang batangnya membengkok ke arah utara.

Terletak di dekat Gryfino, sebelah barat laut Polandia, Crooked Forest telah ditanam sejak tahun 1930.

Menurut kisahnya, pada awalnya ke-4.000 pohon pinus ditanam dan dibiarkan tumbuh secara alami selama 7-10 tahun sebelum akhirnya dilakukan intervensi oleh manusia. Rumor menyebutkan bahwa pohon-pohon itu sengaja di bengkokan untuk membuat perabot yang akan digunakan untuk masyarakat sekitar.

Mulai dari pembuatan mebel kayu bengkok, bahan untuk membuat lambung perahu atau untuk membuat belenggu sapi yang biasa digunakan untuk membajak sawah.


Crooked Forest (hutan bengkok) berada di dekat Gryfino, sebelah barat laut Polandia.


ke-4.000 batang pinus membengkok ke arah utara.

Sayangnya belum sempat dimanfaatkan, Perang Dunia II pecah dan membuatnya tidak jadi di panen. Hingga kini, seluruh pohon yang ada di hutan tersebut tetap dibiarkan dan tidak ada satu orang pun yang tahu tentang kemungkinan siapa yang membengkokkannya.[vorum.viva.co.id]
                                                                DOWNLOAD VIDEO

Hubungan Telepatik Manusia dengan Hewan Peliharaannya Kisah Jaytee dan Pamela Smart



Orang-orang mengatakan kalau anjing adalah sahabat terbaik manusia. Pandangan ini mungkin benar bagi Jaytee, seekor anjing terrier campuran, dan majikannya yang bernama Pamela Smart. Entah bagaimana mulanya, seakan-akan ada hubungan telepatik yang tercipta diantara keduanya.

Jaytee tinggal di Romsbottom, Manchester, Inggris, bersama pemiliknya Pamela Smart di sebuah apartemen di lantai dasar, persis di sebelah apartemen orang tua Pam.



Pam mulai mengadopsi anjing itu pada tahun 1989 ketika Jaytee masih bayi. Sejak saat itu keduanya menjadi sahabat yang tidak terpisahkan.

Pada tahun 1991, ketika Pam masih bekerja sebagai sekretaris di sebuah sekolah di Manchester, ia selalu menitipkan Jaytee kepada kedua orangtuanya ketika ia pergi bekerja.

Dan kisah Jaytee yang luar biasa ini pun dimulai.

Tidak berapa lama kemudian, kedua orang tua Pam mulai menyadari kalau Jaytee selalu pergi ke jendela setiap pukul 16.30, jam saat Pam mulai pulang kantor. Jaytee akan duduk dengan tenang di depan jendela hingga Pam tiba sekitar 45 menit kemudian. Ketika Pam terlihat di depan apartemen, Jaytee akan segera berlari menyambutnya sambil menggoyang-goyangkan ekornya dengan gembira. Perbuatan ini dilakukannya setiap Pam pulang bekerja.

Karena Pam bekerja dengan jam-jam yang rutin, kedua orangtuanya beranggapan kalau apa yang dilakukan Jaytee adalah hal yang biasa. Mungkin Jaytee mengingat dengan baik jam saat Pam selesai bekerja.

Pada tahun 1994, Pam tidak lagi bekerja di sekolah itu. Sekarang ia tidak lagi memiliki jadwal pulang yang teratur. Anehnya, kedua orangtuanya menemukan kalau Jaytee masih bisa mengetahui jam kepulangan Pam dengan akurat.

Biasanya Jaytee akan segera berlari ke jendela pada saat yang sama ketika Pam memutuskan untuk pulang, bukan ketika Pam sudah di tiba di dekat Apartemen.

Memang Jaytee juga biasa mendatangi jendela, namun umumnya hanya sebentar-sebentar. Ketika saatnya Pam hendak pulang ke apartemen, Jaytee duduk lebih lama hingga Pam tiba.

Perilaku ini menunjukkan seakan-akan Jaytee memiliki koneksi dengan pikiran Pam, dengan kata lain, hubungan telepatik.

Kemudian keluarga Smart memutuskan untuk mengadakan penyelidikan yang lebih serius. Lalu, mereka menghubungi seorang peneliti perilaku hewan bernama Dr. Rupert Sheldrake.

Dr.Sheldrake memiliki gelar Phd dalam bidang biokimia dari Universitas Cambridge. Ia juga anggota dari Royal Society.

Dr. Sheldrake yang memang telah lama mempelajari mengenai hubungan telepatik hewan mulai mengadakan lebih dari 100 eksperimen terhadap Jaytee. Ia memasang video kamera di berbagai tempat untuk merekam perilaku Jaytee sehari-hari. Ia juga merekam area yang terlihat dari jendela tempat Jaytee biasa menunggu untuk memeriksa apakah Jaytee benar-benar menunggu Pam atau hanya duduk di jendela karena bereaksi terhadap suara mobil yang lewat.

Ia juga mengubah-ubah jadwal kepulangan Pam dan memintanya untuk menggunakan alat transportasi yang berbeda-beda, seperti dengan taksi, sepeda, atau kereta.

Dalam eskperimen-eksperimen ini, Ia menemukan kalau Jaytee mampu mengantisipasi kepulangan Pam dengan akurasi hingga 85 persen. Bagi Dr. Sheldrake, eksperimen ini membuktikan apa yang telah lama dipercayainya, yaitu dengan suatu cara, hewan peliharaan bisa mengembangkan hubungan telepatik yang kuat dengan majikannya. Kemampuan seperti ini masih belum bisa dijelaskan dengan sains.

Kisah Jaytee kemudian menjadi sangat terkenal ketika salah satu stasiun televisi Austria membuat film dokumenter mengenainya dan menayangkannya ke seluruh dunia.

Menurut Dr. Sheldrake, jika seekor hewan bisa memiliki hubungan telepatik dengan pemiliknya, ada kemungkinan kalau di antara hewan-hewan itu sendiri juga memiliki hubungan telepatik. Pengetahuan mengenai hal ini akan sangat bermanfaat bagi para naturalis dalam memperlajari perilaku hewan di alam liar.


Ilustrasi

Namun, peneliti lain lebih skeptis. Richard Wiseman dari universitas Hertfordshire yang diundang Dr. Sheldrake untuk ikut meneliti kemampuan Jaytee menganggap kalau perilaku Jaytee sama sekali tidak menunjukkan adanya hubungan telepatik dengan Pam.

Menurutnya, Jaytee memang biasa mendatangi jendela itu ketika mendengar suara kucing atau mobil yang lewat.
"Pada waktu-waktu yang acak ketika Pam pulang ke rumah, memang anjing itu duduk di depan jendela. Namun ketika kami memutar ulang film itu, kami menemukan kalau anjing itu memang secara teratur mendatangi jendela itu. Bahkan, malah menjadi aneh kalau saat Pam pulang dan anjing itu tidak ada di depan jendela."
Wiseman percaya kalau keluarga Smart mengalami bias dalam berpikir, atau dalam bahasa psikologinya "Confirmation Bias". Maksudnya adalah seseorang akan lebih condong untuk mengenali atau bahkan mencari peristiwa yang mendukung kepercayaan mereka dan mengabaikan peristiwa yang tidak sesuai dengan kepercayaan itu. Pendapat ini serupa dengan para pendapat para skeptis lainnya.

Namun, Dr.Sheldrake bertahan pada pendapatnya. Menurutnya, kemampuan telepatik pada hewan sesungguhnya bukan sesuatu yang aneh. Ia mengatakan kalau kita bisa menemukan kemampuan telepatik ini muncul dalam keseharian para hewan peliharaan. Misalnya seekor anjing atau kucing yang tiba-tiba menjadi senang ketika mengetahui majikannya akan pulang atau seekor kucing yang segera menghilang ketika tahu hendak diajak ke dokter hewan.

Para pemilik hewan peliharaan pun mengetahui dengan persis mengenai hal ini. Menurut sebuah survey yang dilakukan di Inggris terhadap pemilik hewan peliharaan, paling tidak 48 persen pemilik anjing dan 33 persen pemilik kucing mengatakan kalau hewan peliharaan mereka berespon terhadap pemikiran mereka yang tidak terucapkan.

Dr.Sheldrake menceritakan mengenai salah seorang rekannya, Profesor di universitas California di Berkeley, yang juga punya pengalaman dengan hewan peliharaannya.

"Ketika telepon berdering di rumah, istrinya akan langsung mengetahui kalau yang menelepon adalah suaminya karena Whiskins, kucing mereka, akan segera bergegas menuju ke telepon dan menarik pegangannya. Seringkali ia berhasil menariknya sehingga suara meongnya bisa terdengar dengan jelas di ujung telepon. Jika orang lain yang menelepon, Whiskins tidak akan menggubrisnya."

Dalam kasus yang lain, Sheldrake menceritakan mengenai hewan-hewan pada masa perang dunia II yang bisa merasakan datangnya serangan udara bahkan ketika suara pesawat musuh masih belum terdengar.

Jadi, apakah seekor hewan peliharaan memiliki hubungan telepatik dengan pemiliknya?

Mungkin hanya kalian yang memiliki hewan peliharaan yang bisa mengetahuinya.

Bagi Jaytee sendiri, ia tidak mengerti dengan perdebatan sains yang sedang terjadi. ia juga tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Richard Wiseman dan para skeptis lainnya. Dan pastilah ia juga tidak menginginkan gelar sebagai anjing paranormal terhebat di dunia.


Pam dan Jaytee

Satu-satunya yang diinginkannya hanyalah melihat sahabatnya Pamela pulang ke apartemen setiap hari. Dan baginya itu sudah lebih dari cukup.[viva.co.id]






                                                                DOWNLOAD VIDEO

Kisah Ita Susilawati 19 Tahun di Santet Berubah Menjadi Seperti Nenek-nenek


KISARAN - Ita Susilawati, cewek berumur 19 tahun tapi punya wajah dan fisik tak beda dengan nenek berusia 70-an tahun, ternyata memiliki beragam keanehan. Itu diketahui kemarin siang saat POSMETRO MEDAN kembali mendatangi rumah orang tua Ita di Dusun IX Sidokeno, Desa Sukadamai, Kec. Pulo Bandring, Asahan, sekira 12 Km dari Kota Kisaran.

Dusun IX Sidokeno dikenal sebagai kampung yang sepi. Jalan menuju ke sana pun banyak dipenuhi lubang. Di antara rumah-rumah kampung di dusun itu, sekira pukul 10 kemarin siang, POSMETRO MEDAN tiba di sebuah rumah berdinding setengah batu dan papan. Itulah rumah pasangan Dur Rahman (50) dan Ny. Ramlia (45), ayah-ibu Ita.


Ini keluarga petani yang punya 3 anak. Ita Susilawati, yang lahir pada 1 Januari 1991, adalah anak nomor 3. Abangnya, Bambang Hermanto, lahir pada 15 Juni 1987, sementara adiknya, Faisal, lahir 24 Juni 1994.

Baru saja mencecahkan kaki di halaman rumah itu, mata POSMETRO MEDAN ‘tertumbuk’ dengan sesosok wanita uzur, yang tampak terduduk lemas di depan rumah terlihat kusam itu. Kedua tangan wanita berbaju merah itu terlihat kaku dan diganjal dengan dua buah bantal di sisi kiri-kanannya. Dialah Ita, cewek 19 tahun dengan fisik dan wajah sama seperti nenek-nenek.

Karena keanehan itu, sudah 2 tahun ini dia tak pernah bercengkrama dengan perempuan-perempuan tetangganya. Selama itu, Ita hanya terbaring di ranjang kamar pengabnya, atau duduk lemas di depan rumah. “Saya sudah pasrah dengan kondisi ini, sudah capek saya berobat (ke sana kemari),” katanya, mengawali wawancara kedua dengan POSMETRO MEDAN.

Dengan sepasang kelopak mata yang kian hari kian mengendur ke bawah, Ita menceritakan pengalaman aneh yang dirasanya saban malam Jumat atau Kamis malam. Asal malam ‘menyeramkan’ itu datang, Ita mengaku selalu merinding. Itu karena sekujur kulit mudanya yang telah keriput mendadak terasa nyeri, kaku bahkan panas seperti direbus. Terutama pada dua tangan dan kakinya.

Kalau sudah begitu, Ita selalu menjerit tak kuasa menahan sakit misterius itu. Biasanya, katanya, penyiksaan itu disertai dengan melintasnya bau kemenyan entah dari mana. Celakanya, bau mistis itu malah menambah penyiksaan pada tubuhnya. Menurut Ita, seiring bau kemenyan misterius itu terciumnya, bibirnya pun mendadak jadi bengkak dan nyeri bukan kepalang. Saking bengkaknya, kulit bibirnya menjadi turun ke bawah hingga sekira 1 Cm. Reaksi ini sama seperti sepasang kulit kelopak matanya yang kian mengendur ke bawah.

Anehnya, rasa nyeri hebat yang membuat bibirnya menjadi bengkak itu, selalu hilang asal hari menjelang pagi. Bibirnya yang bengkak pun kembali berbentuk normal. Reaksi aneh serupa, menurutnya, kembali terjadi dinihari (18/2) kemarin, beberapa jam sebelum kedatangan POSMETRO MEDAN.

Hingga kemarin, misteri penyakit aneh yang diderita Ita belum ada yang bisa mengobati. “Wah kalau untuk pengobatannya mungkin semua rumah sakit yang ada di Sumatera Utara ini sudah dibawa, tapi penyakitnya tak juga bisa disembuhkan,” ujar Ramlia, ibu Ita.

Seperti pengakuan Ita pada edisi kemarin, tim medis dari sejumlah rumah sakit ternama di Medan tempatnya pernah diopname, seperti RS Pirngadi dan RS Adam Malik, RS Elisabeth, mengaku tak menemukan biang penyakit yang membuat wajah cantik dan tubuh muda Ita menjadi keriput. Begitu juga saat dia pertama kali dibawa ke RS Kartini di Kisaran.

Kalau pun medis mendiagnosa, menurut Ny. Ramlia, jawabannya selalu umum dan hasil pengobatannya nihil. Seperti tim medis RS Pirngadi yang menyebut, Ita terkena alergi lingkungan. Atau medis RS Adam Malik yang mengklaim, Ita terkena penyakit kelainan pada matanya.
Guna mengobatinya ke sana ke mari itu, tak terhitung sudah jumlah duit yang dikeluarkan orang tuanya, Dur Rahman (50) dan Ny. Ramlia (45), hingga menjual harta seperti tanah, sepeda motor, bahkan kini malah terlilit banyak utang. Karena utang keliling pinggang itu pula, “Saya pikir tadi bapak-bapak ini datang mau nagih utang, makanya agak takut menghampiri,” kata Ramlia.
Sementara, tim medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Asahan, untuk sementara berkesimpulan, penyakit penuaan dini yang diderita Ita kemungkinan disebabkan karena degeneratif percepatan jaringan sel tubuh. Ini yang menyebabkan terjadinya penuaan dini. Namun analisa itu dinyatakan masih bersifat sementara.

“Kita akan segera upayakan pengobatannya ke Rumah Sakit Umum Pemerintah di Medan, karena sarana dan prasarana di rumah sakit RSU HAMS Kisaran masih sangat terbatas,” janji Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Asahan, Habinsaran Nasution.

Nasution mengaku sangat terkejut dengan pemberitaan sejumlah media massa terkait penyakit yang diderita Ita. Itu karena selama ini, katanya, kasus penyakit aneh yang diderita Ita tidak pernah dilaporkan pihak Puskesmas dan aparat pemerintah desa tempat tinggal wanita malang itu.
“Saya benar-benar terkejut membaca berita tentang penyakit aneh tersebut di koran pagi ini,” ujarnya, kemarin.

Menurutnya, guna menangani kasus ini, diperlukan pengkajian yang kompleks dari pakar kedokteran dari berbagai disiplin ilmu. “Kalau di rumah sakit kita, yah terus terang, kita tidak mampu, apalagi penyakit yang diderita Ita sebelumnya belum pernah terjadi di sini.”


Nasution mengaku mengaku telah memerintahkan tim medis dari Puskesmas Kecamatan Meranti -dekat rumah Ita, agar melihat kondisi wanita itu. Atas hasil peninjauan inilah, Nasution mengaku pihaknya segera mengambil sikap untuk menindaklanjuti penanganan Ita secara medis.

“Kami tidak berani menyimpulkannya saat ini. Ini masih analisa kita sementara, karena untuk menyimpulkan penyakit yang diderita Ita, itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut,” kata Kepala Puskesmas Meranti, Kabupaten Asahan, Jenny Tarigan.

Menurut dia, untuk membuktikan penyakit yang diderita Ita, perlu pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, sehingga diperoleh penjelasan lebih lanjut tentang penyebab penyakit anak kedua dari tiga bersaudara itu.

“Karena itu, Ita perlu dirujuk ke RSU pemerintah agar mendapatkan penanganan secara intensif dan serius. Dalam tahap awal kita akan segera merujuk Ita ke RSU H Abdul Manan Simatupang, untuk mendapatkan perawatan pendahuluan,” ucapnya.

Walau Ita berasal dari keluarga tidak mampu, namun tidak terdaftar sebagai Jamkesmas. Sebab itu, untuk sementara pihaknya akan merujukkannya ke RSU HAMS Kisaran dengan menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari pemerintah desa.


Sementara kedua orang tua Ita berharap ada uluran tangan dari Pemkab Asahan atau orang yang memberi derma agar anak perempuan satu-satunya dapat terus berobat melalui medis dan demikian juga melalui tabib.

Puluhan Dukun Sebut Ita Disantet Lewat Foto
Sementara, sambung Ramlia, “Kalau berobat ke tempat orang pintar selama ini mungkin sudah ada 60 orang, tapi nggak juga bisa sembuh.” Menurut semua paranormal yang didatangi, Ita diguna-gunai seseorang yang sakit hati akibat cintanya ditolak saat 2 tahun lalu -sebelum menikah dan ditinggal suami, wanita ini menjadi kembang atau gadis pujaan di desanya.
Pengakuan Ramlia, 60 an dukun yang didatangi keluarganya demi mengobati Ita, tinggal di berbagai daerah di Sumatera Utara, seperti Tanjung Balai, Medan, Labuhan Batu, Simalungun, dan Asahan. Namun, Ita tetap saja merana.

Alasan mereka tak bisa mengobati, menurut Ramlia, beragam. Ada dukun yang mengaku, ilmu santet yang menyerang Ita terlalu tinggi kehebatannya. Ada juga yang mengatakan, penyakit yang diderita Ita berkat ritual seorang dukun black magic yang memanggil jin yang punya kesaktian tingkat tinggi.

Putra, spiritual asa; Mutiara Asahan, mengaku berdasarkan hasil terawangannya, Ita disantet oleh seoran dukun sakti yang tinggal di wilayah Simalungun. Ilmu dukun itu, sebutnya, merupakan ilmu santet yang berusia ratusan tahun, dan sudah diklaim punah sekitar 80 tahun lalu. “Namun entah bagaimana ilmu santet ini bisa muncul kembali dan dimiliki seseorang,” kata Putra.

Jika melihat tipe santet yang dikirim, sambungnya, “Ilmu santet itu merupakan santet dari daerah Simalungun. Sedangkan sarana yang digunakan adalah foto korban. Di mana foto korban dibacai mantera dan dimasukan ke dalam tubuh binatang berkaki empat melalui ritual.”

Menurut Putra, sebenarnya santet seperti ini walau pun sudah berusia cukup tua, namun masih bisa dihilangkan. Kesehatan Ita juga bisa disembuhkan. Hanya saja saat ditanya apakah Putra bisa menyembuhkannya, ia mengaku tak berani. Karena menurutnya, masing-masing orang pintar memiliki pantangan dan aturan tersendiri.

Banyak Cowok Duel Rebut Hatinya

DI kampungnya, hingga tahun 2008 sebelum kimpoi, Ita yang cantik dan montok dikenal sebagai kembang desa. “Waktu masih gadis dia memang senang dandan dan pandai merawat badan,” ujar Ramlia, ibu Ita.

Saking jadi rebutan banyak cowok desa, menurut Ramlia, tak sedikit dari kumbang-kumbang yang mau merebut Ita si bunga desa, rela duel. Namun, dari sekian banyak lelakui yang mengejarnya, tak satu pun menjadi idaman hati Ita. Hingga suatu hari di tahun 2008 lalu, Ita berkenalan dengan Hendra Efendi (25), warga Gg. Manggis, Limau Sunde, Binjai.
Lelaki hobby merantau inilah yang akhirnya berhasil menyunting Ita sang kembang desa. Menurut Ramlia, perkenalan puteri semata wayangnya dengan Hendra berawal saat sebuah pasar malam dibuka di desanya. Hendra bekerja di pasar malam itu.

Di kampung itu, Hendra tinggal sementara di sebuah rumah sekira 10 meter dari rumah orang tua Ita. Dan, pucuk dicinta ulam tiba. Usai berkenalan, Ita pun jatuh hati kepada Hendra. Tapi baru 6 bulan pacaran, Hendra pergi dari kampung halaman Ita. Ia merantau lagi, entah ke mana.

Celakanya, saat di perantauan, Hendra tak pernah memberi kabar pada Ita, kekasihnya. Itu terjadi hingga setahun lamanya. Ita gundah gulana, hingga datanglah seorang lelaki baru yang mengisi hari-hari sepinya. Dialah Alan alias Lantung (23). Alan sebenarnya bukan lelaki baru bagi Ita. Pemuda itu masih warga sekampungnya.


Singkat cerita, Alan berhasil mencuri hati Ita yang diam-diam masih mencintai Hendra. Asmara Ita dan Alan malah direstui keluarga masing-masing. Tak berlama-lama pacaran, Alan pun melamar Ita. Ia datang bersama orang tuanya.


Ayah-ibu Ita, Dur Rahman dan Ramlia, setuju puteri mereka dipinang Alan. Pinangan diterima. Rencana pesta pernikahan pun ditentukan, yakni 6 bulan setelah pinangan itu.


Namun, sebelum pernikahan Ita-Alan terjadi, Hendra mendadak datang menemui Ita. Hendra malah datang sambil meminang Ita. “Mendengar maksud kedatangannya itu kita langsung terkejut,” kata Ramlia.


Begitu mendengar gadisnya telah dipinang lelaki lain, Hendra meminta Ita segera memulangkan atau membatalkan pinangan Alan. Karena lebih cinta pada Hendra, tak pikir panjang, Ita setuju. Pinangan Alan dibatalkannya. Betapa malunya ayah-ibu Ita.


Kontan saja orang tua Ita marah, dan meminta Hendra segera meninggalkan putri mereka. Tapi Ita malah mengikuti kemauan Hendra, bahkan pergi bersama lelaki pujannya itu. Selama seminggu mereka berada di Binjai, kota asal Hendra.


“Nggak tahulah mengapa saat itu saya bisa terpesona ketika dia (Hendra -red) datang. Padahal orang tua saya waktu itu melarang hubungan kami karena saya sudah tunangan (dengan Alan) dan takut malu sama tetangga,” jelas Ita, sambil menangis mengenang awal petaka itu.


Karena takut Ita tidak pulang, akhirnya ayah dan ibunya menyerah. Dengan rasa malu, mereka mengembalikan lamaran dari keluarga Alan. Tak lama usai pinangan Alan dipulangkan, Ita pun pulang ke kampung halamannya bersama Hendra. Saat itu juga, mereka dinikahkan, bahkan pestanya cukup meriah.

Ita, yang saat itu berumur 17 tahun, dinikahi dengan pinangan senilai Rp 3 juta plus sepasang cincin sebagai emas kimpoi. Saking malu melihat gadis yang telah ditunanginya kimpoi dengan lelaki lain, Alan merantau ke Kerinci, Riau, dan masih melajang hingga kini.

Meski begitu, keluarga Alan masih tetap menjalin silaturahmi dengan keluarga Ita.


Tapi hanya 3 bulan bersuami, derita mulai menghinggapi Ita. Diawali mimpi dipatuk sepasang ular kobra hitam, besoknya tubuh Ita pun mendadak terasa panas luar biasa dan selanjutnya kulitnya makin mengkeriput seperti saat ini. Seiring mendapat penyakit aneh, Hendra, suaminya, pun pergi meninggalkan Ita, sampai sekarang.


‘Maaf, yang Dipanggil itu Ita Umur 19 Tahun, Bukan Nenek ini’

ADA cerita menggelitik sekaligus haru sejak wajah dan tubuh Ita tak beda dengan wanita uzur. Menurut Ramlia, ibu Ita, peristiwa terjadi saat Ita dibawa ke sebuah rumah sakit di Medan, belum lama ini.

Ceritanya, saat itu, Ita dan ibunya, Ramlia, antri menunggu antrian pengobatan. Lalu, begitu giliran Ita tiba, seorang petugas di rumah sakit itu pun memanggil nama lengkat cewek muda ini. “Ita Susilawati,” katanya dari balik ruang pemeriksaan, seperti diulang Ramlia pada POSMETRO MEDAN.

Karena sudah lama menunggu, Ramlia segera menuntun puterinya yang -karena kondisinya- malah lebih mirip jadi ibunya. Tapi begitu melihat yang dibawa ke hadapannya malah seorang nenek, petugas rumah sakit yang memanggil Ita tadi, malah tak menerima kehadiran Ramlia dan Ita.
“Maaf ya Bu, pasien yang kita panggil atas nama Ita berusia 19 tahun, bukan nenek ini. Jadi silahkan Ibu tunggu dulu dan bawa neneknya keluar untuk antri di depan (ruangan ini),” kata si petugas.

Namun setelah Ramlia menjelaskan yang dibawanya adalah Ita yang sejatinya berumur 19 tahun, petugas itu pun kontan terbengong-bengong dan menyilahkan cewek muda berwajah nenek-nenek itu masuk guna diperiksa dokter. Menurut Ramlia, banyak orang terkecoh sejak Ita berubah menjadi nenek-nenek.


“Maaf Nek, Bapak (Dur Rahman) ada di rumah,” demikian tanya orang-orang terkecoh itu pada Ita, asal mendatangi rumah keluarga Ita. Asal mendengar itu, hati Ita selalu teriris sedih. Karena itulah, dia tak mau ke luar rumah. Ita lebih sering menyendiri di kamarnya.
                                                                DOWNLOAD VIDEO