Wednesday, July 27, 2011

Kisah Anak Sholeh

Kisah Anak Sholeh - Dari Ma’mar, dari Ibnu Thawus, dari bapaknya, dia berkata, “Di zaman dulu hiduplah seorang dari Bani Israil dengan empat orang anaknya. Suatu ketika dia jatuh sakit. Salah seorang dari mereka berkata kepada saudaranya, ”Kalian mau merawat ayah, padahal kalian tidak akan mendapatkan warisan dari ayah? Saya saja yang merawatnya. Biarlah saya tidak mendapatkan warisan.”

Maka si anak tersebut merawat ayahnya hingga meninggal, lalu menguburnya. Benar,dia tidak mendapatkan warisan sedikitpun.

Suatu ketika, dia bermimpi di datangi seorang miskin namun berlagak sombong. Orang miskin tadi berkata, “Datanglah ke tempat anu, lalu galilah, niscaya kamu akan menemukan seratus dinar uang. Setelah itu ambillah!”

Dalam mimpinya si anak tadi bertanya, “Uang tersebut berbarakah tidak?”
Orang tadi menjawab, “Tidak!”

Keesokkan paginya si anak tadi mencritakan kejadian tersebut kepada istrinya. Istrinya berkata, “Pergi ambil saja uang itu. Uang itu akan berbarakah kalau sebagian kau belikan pakaian untukku dan sebagaimana kita gunakan untuk belanja hidup kita.”

Dia enggan mengambilnya,dan menjawab perkataan istrinya, “Saya tidak mau mengambilnya sesuatu yang tidak berbarakah.”

Tatkala malam tiba, dia tidur, dan bermimpi yang sama. Berkatalah si miskin tadi dalam mimpi tersebut, “Datanglah ke tempat anu, dan ambillah sepuluh dinar!”

Dalam mimpi si anak tadi bertanya, “Uang tersebut berbarakah atau tidak?”

Orang tadi menjawab, “Tidak.”

Keesokan paginya si anak tadi menceritakan kejadian tersebut pada istrinya. Istrinya menyampaikan perkataan sebagaimana disampingkan pada mimpi yang pertama. Namun si anak tadi pun tetap tidak mau mengambilnya.

Kemudian pada malam ketiga diam bermimpi yang sama. Berkatalah si miskin tadi dalam mimpinya tersebut, “Datanglah ke tempat anu, dan ambillah satu dinar.”

Dalam mimpi si anak tadi bertanya, “ Uang tersebut berbarakah atau tidak?”

Orang tadi menjawab, “Ya, berbarakah.”

Si anak tadi berkata, “Kalau begitu, saya mau mengambilnya.”

Keesokan paginya si anak pergi ke tempat yang ditunjukan dalam mimpi. Benar, dia menemukan uang dinar itu di sana, lalu di ambil.

Sepulang dari mengambil uang, dia bertemu dengan seorang pencari ikan yang membawa dua ekor ikan. Si anak menawar, “Berapa harganya?”

Dia menjawab, “Satu dinar.”

Akhirnya si anak membeli dua ekor ikan tesebut dan membawanya pulang. Sampai di rumah ikan tersebut dibersihkan oleh istrinya.

Tatkala si istri membedah perut ikan yang pertama, dia menemukan sebutir intan di dalamnya. Sebutir intan yang tidak ada taranya.

Demikian pula dengan ikan yang satunya lagi. Di dalam perutnya ternyata juga terdapat intan yang sama seperti pada ikan yang pertama.

Anak tadi berkata, “Intan ini dicari-cari oleh para raja. Mereka akan mencari dimana pun berada dan berani membayarnya berapapun harganya. Karena intan seperti ini memang tak ada duanya di dunia ini.”

Kabar ditemukannya intan tersebut samapi kepada raja. Raja berkata, “Tunjukkan intan tersebut kepada saya! Saya akan membelinya.”

Si anak tadi memenuhi permintaan raja. Dibawanya intan tersebut kepada raja. Tatkala melihat intan tersebut, Allah menjadikan raja terkagum-kagum dengan keindahannya. Raja berkata, “ Berapa harga intan ini?”

Si anak menjawab, “Emas tidak boleh kurang dari tiga puluh angkutan kuda.”

Raja menjawab, “Saya siap membelinya.”

Lalu para pengawal raja menyediakan emas sebanyak tiga puluh angkutan kuda untuk membayar intan milik anak tadi. Kemudian, raja memandangi intan yang baru saja dibelinya. Dia sangat terkagum-kagum. Raja berkata kepada pengawalnya, “Intan ini akan lebih indah bila anda sepasang. Mintakan pasangannya!”

Lalu para pengawalnya mendatangi anak tadi untuk membeli intan yang satunya. Para pengawal berkata kepada anak tadi, “Apakah kamu mempunyai intan pasangannya? Kalau ada, intan pasangannya nanti akan kami beli sekalian dengan harga yang berlipat-lipat.”

Anak tadi menjawab, “Benarkah?” Mereka menjawab, “Benar.”
Intan yang menjadi pasangannya itu dibawa dan ditunjukkan kepada raja. Tatkala melihat intan pasangannya itu, raja tertarik sekali, lalu berkata, “Saya mau membelinya.”
Lalu par pengawalnya membeli intan tersebut dengan harga yang sama seperti intan yang satunya.”[1]

Sumber: Kisah Kisah Teladan Bakti Anak kepada Ibu Bapak, Ibrahim bin Abdullah Musa Al Hazmi, Media Hidayah 2004


[1] Lihat kitab Al Bidayah wa An Nihayah (IX/235-242). Pengarang kitab tersebut menyebutkan bahwa kisah ini diriwayatkan oleh Ath-Thabarani.
                                                                DOWNLOAD VIDEO

Monday, July 11, 2011

Inilah Wahabi Sesungguhnya

Siapakah sebenarnya WAHABI itu?

Wajib diketahui oleh setiap kaum Muslimin dimanapun mereka berada bahwasanya firqoh Wahabi adalah Firqoh yang sesat,yang ajarannya sangat berbahaya bahkan wajib untuk dihancurkan.Tentu hal ini membuat kita bertanya-tanya,mungkin bagi mereka yang PRO akan merasa marah dan sangat tidak setuju,dan yang KONTRA mungkin akan tertawa sepuas-puasnya..Maka siapakah sebenarnya Wahabi ini?? Bagaimanakah sejarah penamaan mereka? Marilah kita simak dialog Ilmiah yang sangat menarik antara Syaikh Muhammad bin Sa’ad Asy Syuwai’ir dengan para masyaikh/dosen-dosen disuatu Universitas Islam di Maroko.

Salah seorang Dosen itu berkata:”Sungguh hati kami sangat mencintai Kerajaan Saudi Arabia,demikian pula dengan jiwa-iwa dan hati-hati kaum muslimin sangat condong kepadanya,dimana setiap kaum muslimin sangat ingin pergi kesana,bahkan antara kami dengan kalian sangat dekat jaraknya.Namun sayang, kalian berada diatas suatu Madzhab, yang kalau kalian tinggalkan tentu akan lebih baik, yaitu Madzhab Wahabi.

Kemudian Asy Syaikh dengan tenangnya menjawab: ”Sungguh banyak pengetahuan yang keliru yang melekat dalam pikiran manusia,yang mana pengetahuan tersebut bukan diambil dari sumber-sumber yang terpercaya,dan mungkin kalian pun mendapat khabar-khabar yang tidak tepat dalam hal ini. Baiklah,agar pemahaman kita bersatu,maka saya minta kepada kalian dalam diskusi ini agar mengeluarkan argumen-argumen yang diambil dari sumber-sumber yang terpercaya,dan saya rasa di Universitas ini terdapat Perpustakaan yang menyediakan kitab-kitab sejarah islam terpercaya .Dan juga hendaknya kita semaksimal mungkin untuk menjauhi sifat Fanatisme dan Emosional.

Dosen itu berkata, ”Saya setuju denganmu,dan biarkanlah para Masyaikh yang ada dihadapan kita menjadi saksi dan hakim diantara kita."

Asy Syaikh berkata, ”Saya terima,Setelah bertawakal kepada Allah,saya persilahkan kepada anda untuk melontarkan masalah sebagai pembuka diskusi kita ini."

Dosen itu pun berkata, ”Baiklah kita ambil satu contoh, ada sebuah fatwa yang menyatakan bahwa firqoh Wahabi adalah Firqoh yang sesat. Disebutkan dalam kitab Al-Mi’yar yang ditulis oleh Al Imam Al-Wansyarisi,beliau menyebutkan bahwa Al-Imam Al-Lakhmi pernah ditanya tentang suatu negeri yang disitu orang-orang Wahabiyyun membangun sebuah masjid, ”Bolehkan kita Sholat di Masiid yang dibangun oleh orang-orang wahabi itu?” Maka Imam Al-Lakhmi pun menjawab, ”Firqoh Wahabiyyah adalah firqoh yang sesat, yang masjidnya wajib untuk dihancurkan,karena mereka telah menyelisihi kepada jalannya kaum mukminin, dan telah membuat bid’ah yang sesat dan wajib bagi kaum muslimin untuk mengusir mereka dari negeri-negeri kaum muslimin." (wajib kita ketahui bahwa Imam Al-Wansyarisi dan Imam Al-Lakhmi adalah ulama ahlusunnah)

Dosen itu berkata lagi, ”Saya rasa kita sudah sepakat akan hal ini,bahwa tindakan kalian adalah salah selama ini."

Kemudian Asy Syaikh menjawab, ”Tunggu dulu..!! kita belum sepakat, lagipula diskusi kita ini baru dimulai,dan perlu anda ketahui bahwasannya sangat banyak fatwa yang seperti ini yang dikeluarkan oleh para ulama sebelum dan sesudah Al-Lakhmi, untuk itu tolong anda sebutkan terlebih dahulu kitab yang menjadi rujukan kalian itu!"

Dosen itu berkata, ”Anda ingin saya membacakannya dari fatwanya saja, atau saya mulai dari sampulnya??”

Asy Syaikh menjawab, ”Dari sampul luarnya saja.”

Dosen itu kemudian mengambil kitabnya dan membacakannya, ”Namanya adalah Kitab Al-Mi’yar, yang dikarang oleh Ahmad bin Muhammad Al-Wansyarisi.Wafat pada tahun 914 H. di kota Fas,di Maroko."

Kemudian Asy Syaikh berkata kepada salah seorang penulis di sebelahnya, ”Wahai syaikh, tolong catat baik-baik,bahwa Imam Al-Wansyarisi wafat pada tahun 914 H. kemudian bisakah anda menghadirkan biografi Imam Al-Lakhmi?"

Dosen itu berkata, ”Ya,”
Kemudian dia berdiri menuju salah satu rak perpustakaan,lalu dia membacakan satu juz dari salah satu kitab-kitab yang menumpulkan biografi ulama. Didalam kitab tersebut terdapat biografi Ali bin Muhammad Al-Lakhmi, seorang Mufti Andalusia dan Afrika Utara.

Kemudian Asy Syaikh berkata, ”Kapan beliau wafat?”

Yang membaca kitab menjawab, ”Beliau wafat pada tahun 478 H.”

Asy Syaikh berkata kepada seorang penulis tadi, ”Wahai syaikh tolong di catat tahun wafatnya Syaikh Al-Lakhmi.” Kemudian ditulis.

Lalu dengan tegasnya Asy Syaikh berkata, ”Wahai para masyaikh….!!! Saya ingin bertanya kepada antum semua…!!! Apakah mungkin ada ulama yang memfatwakan tentang kesesatan suatu kelompok yang belum datang(lahir)? Kecuali kalau dapat wahyu?"

Mereka semua menjawab, ”Tentu tidak mungkin, Tolong perjelas lagi maksud anda!”

Asy syaikh berkata lagi, ”Bukankah Wahabi yang kalian anggap sesat itu adalah dakwahnya yang dibawa dan dibangun oleh Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab?"

Mereka berkata, ”Siapa lagi?”

Asy Syaikh berkata, ”Coba tolong perhatikan..!!! Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab lahir pada tahun 1115 H. dan wafat pada tahun 1206 H. Nah, ketika Al-Imam Al-Lakhmi berfatwa seperi itu, jauh RATUSAN TAHUN lamanya syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab belum lahir..bahkan sampai 22 generasi keatas dari beliau sama belum yang lahir..apalagi berdakwah..KAIF???GIMANA INI???"

(Merekapun terdiam beberapa saat..)

Kemudian mereka berkata, ”Lalu sebenarnya siapa yang dimaksud Wahabi oleh Imam Al-Lakhmi tersebut??” Mohon dijelaskan dengan dalil yang memuaskan,kami ingin mengetahui yang sebenarnya!”

Asy Syaikh pun menjawab dengan tenang, ”Apakah anda memiliki kitab Al-Firaq Fii Syimal Afriqiya, yang ditulis oleh Al-Faradbil,seorang kebangsaan Francis?”

Dosen itu berkata, ”Ya ini ada.”

Asy Syaikh pun berkata, ”Coba tolong buka di huruf “wau” ."

Maka dibukalah huruf tersebut dan munculah sebuah judul yang tertulis “Wahabiyyah” Kemudian Asy Syaikh menyuruh kepada Dosen itu untuk membacakan tentang biografi firqoh Wahabiyyah itu.
Dosen itu pun membacakannya, ”Wahabi atau Wahabiyyah adalah sebuah sekte KHOWARIJ ABADHIYYAH yang dicetuskan oleh Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum Al-Khariji Al-Abadhi,Orang ini telah banyak menghapus Syari’at Islam, dia menghapus kewaiban menunaikan ibadah haji dan telah teradi peperangan antara dia dengan beberapa orang yang menentangnya,Dia wafat pada tahun 197 H di kota Thorat di Afrika Utara.Penulis mengatakan bahwa firqoh ini dinamai dengan nama pendirinya,dikarenakan memunculkan banyak perubahan dan dan keyakinan dalam madzhabnya.mereka sangat membenci Ahlussunnah."

Setelah Dosen itu membacakan kitabnya Asy Syaikh berkata, ”Inilah Wahabi yang dimaksud oleh imam Al-Lakhmi, inilah Wahabi yang telah memecah belah kaum muslimin dan merekalah yang difatwakan oleh para ulama Andalusia dan Afrika Utara sebagaimana yang telah kalian dapati sendiri dari kitab-kitab yang kalian miliki,Adapun Dakwah yang dibawa oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang didukung oleh Al-Imam Muhammad bin Su’ud-Rahimuhumallah-,maka dia bertentangan dengan amalan dakwah Khowarij,karena dakwah beliau ini tegak diatas kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih,dan beliau menjauhkan semua yang bertentangan dengan keduanya,mereka mendakwahkah tauhid,melarang berbuat syirik,mengajak umat kepada Sunnah dan menjauhinya kepada bid’ah,dan ini merupakan Manhaj Dakwahnya para Nabi dan Rasul."

Syubhat yang tersebar dinegeri-negeri Islam ini dipropagandakan oleh musuh-musuh islam dan kaum muslimin dari kalangan penjajah dan selain mereka agar terjadi perpecahan dalam barisan kaum muslimin.Sesungguhnya telah diketahui bahwa dulu para penjajah menguasai kebanyakan negeri-negeri islam pada waktu itu, dan saat itu adalah puncak dari kekuatan mereka. Dan mereka tahu betul kenyataan pada perang salib bahwa musuh utama mereka adalah kaum muslimin yang bebas dari noda yang pada waktu itu menamakan dirinya dengan Salafiyyah.Belakangan mereka mendapatkan sebuah pakaian siap pakai, maka mereka langsung menggunakan pakaian dakwah ini untuk membuat manusia lari darinya dan memecah belah diantara kaum muslimin,karena yang menjadi moto mereka adalah “PECAH BELAHLAH MEREKA,NISCAYA KAMU AKAN MEMIMPIN MEREKA.”


Sholahuddin Al-Ayubi tidaklah mengusir mereka keluar dari negeri Syam secara sempurna kecuali setelah berakhirnya daulah Fathimiyyah Al-Ubaidiyyin di Mesir,kemudian beliau (Sholahuddin) mendatangkan para ulama ahlusunnah dari Syam lalu mengutus mereka ke negeri Mesir, sehingga berubahlah negeri mesir dari aqidah Syiah Bathiniyyah menuju kepada Aqidah Ahlusunnah yang terang dalam hal dalil,amalan dan keyakinan. (Lihat kitab Al Kamil Oleh Ibnu Atsir)

Demikianlah saudara-saudaraku yang dirahmati oleh Allah, inilah fakta yang ada,dimana musuh-musuh islam selalu saja menghalang-halangi dakwah yang haq,karena manghancurkan islam adalah tujuan mereka, mereka tahu kalau umat islam ini bodoh dari ilmu Agama akan sangat mudah menghancurkannya dari dalam.
Pelajaran penting juga yang dapat kita ambil,hendaknya bagi siapa saja yang ingin mendiskusikan ilmu haruslah dia mendatangkan bukti-bukti yang kuat sebagaimana dialog yang telah kita baca diatas, sehingga bukan nafsu yang keluar dari mulutnya,melainkan imu yang shohih..dialoglah dengan cara yang baik, BUKAN DENGAN DEBAT KUSIR YANG KOSONG DARI HIKMAH…

Wallahu ‘alam…..

Silahkan download makalah aslinya, word  di SINI 
Atau file PDF di SINI

Sumber: http://www.islamhouse.com/p/2473  dan  http://on.fb.me/qfM8Xs 
Dengan sedikit edit tata bahasa dari saya

Artikel www.beritaburung9.blogspot.com
                                                                DOWNLOAD VIDEO

Friday, April 8, 2011

Demi Wanita, Dia Membunuh Ali bin Abi Thalib

Bagaimana fitnah wanita telah menimpakan sebuah keimanan seseorang, sehingga terbutakan hati olehnya.


زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَاْلأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَئَابِ

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: Wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS. Ali Imran: 14).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِيْ فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنْ النِّسَاءِ.

“Tidaklah aku tinggalkan sepeninggalku fitnah (cobaan) yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki daripada (fitnah) wanita.” (Muttafaq ‘alaihi).

Dan masyahur di kalangan umat ini tentang sebuah golongan yang banyak menimbulkan kekacaun negeri, mereka adalah golongan khawarij. Golongan ini muncul pertama kali pada zaman rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam ketika dalam peristiwa pembagian harta ghanimah pada perang hunain. Dan datanglah seorang lelaki datang kepada Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam dan langsung serta merta mengatakan, “Berbuat adillah hai Muhammad!!” Maka nabi shallallahu ‘alahi wa sallam menjawab,” Dan celakalah, Siapa yang bisa berbuat adil, Selain keadilanku.”

Pesatnya paham ini ketika masa pemerintahan khalifah Ali radhiallahu ‘anhu ketika terjadi perang siffin. Mereka menyembal dari barisan pasukan Ali dengan alasan Ali telah berbuat maksiat kepada Allah..
Setelah kejadian itu mereka meninggalkan bashrah menuju ke suatu daerah yang bernama Harura’. Sehingga kaum khawarij ini dinamakan juga dengan haruriyun/haruriyah. Kemudian Ali memerangi mereka dalam perang An-Nahrawan, dan mereka berhasil dikalahkan.

Telah disebutkan oleh ibnu Faraj Al-Jauzi rahimahullah ta’ala dalam kitab Dzamulhawa :

Siapa yang tidak kenal dengan Pembunuh masyhur ini, dialah Abdurrahman ibnu Muljam sang pembunuh khalifah Ali radhiallahu ‘anhu.

Abdurrahman ibnu Muljam dulunya seorang ahlussunnah, fasih dalam Alquran, dan taat menjalankan agama. Dia di utus oleh khalifah Umar bin Khatab radhiallahu ‘anhu ke Mesir untuk mengajar penduduknya.

Diceritakan, suatu ketika Abdurrahman bin Muljam melihat wanita dari Taim Ar-Rabbab yang biasa dipanggil Qatham. Ia merupakan wanita yang paling cantik, tetapi berpaham khawarij. Kaum wanita tersebut telah dibunuh karena mengikuti paham khawarij pada perang An-Nahrawan.

Ketika Ibnu Muljam melihatnya, dia jatuh cinta padanya lalu melamarnya. Wanita ini mengatakan, “Aku tidak menikah denganmu kecuali dengan syarat mahar 3000 dinar dan membunuh Ali bin Abi Thalib”. Akhirnya, dia menikahinya dengan syarat tersebut. Ketika telah bersua dengannya, wanita ini berkata, “Hai! Kamu telah menyelesaikan (hajatmu). Pergilah!” Ia pun keluar dengan menyandang senjatanya, dan Qatham juga keluar. Lalu, Qatham memasangkan peci kepadanya di masjid. Ketika ‘Ali keluar sambil menyerukan, “Shalat! shalat!”, Ibnu Muljam mengikutinya dari belakang lalu menebasnya dengan pedang pada batok kepalanya. Tentang hal ini, seorang penyair berkata,

لم أر مهرا ساقه ذو سماحة … كمهر قطام بيننا غير معجم
ثلاثة آلاف وعبد وقينة … وقتل علي بالحسام المصمم
فلا مهر أغلى من علي وإن غلا … ولافتك إلا دون فتك ابن ملجم

Aku tidak melihat mahar yang dibawa oleh orang yang punya kehormatan
Seperti mahar Qatham yang sedemikian jelas tidak samar
Mahar 300 dinar, hamba sahaya, biduanita
Dan membunuh ‘Ali dengan pedang yang tajam
Tidak ada mahar yang lebih mahal dari Ali meskipun berlebihan
Tidak ada kebengisan yang Melebihi kebengisan Ibnu Muljam
(Dzammul hawa (ذم الهوى) yang ditahqiq Musthafa Abdul Wahid hal. 361)

Sumber:

  • Madah Tarikh At-Tasyri’ Al-Islamiy, Mustawal ulla, MEDIU.
  • http://suaraquran.com/sms/fitnah-wanita/
Dengan sedikit perubahan dan tata bahasa dari www.beritaburung9.blogspot.com
                                                                DOWNLOAD VIDEO

Tuesday, March 22, 2011

Problem Remaja dan Solusinya

Probelamatika remaja di jaman modern ini termasuk masalah terpenting yang dihadapi semua masyarakat di dunia, baik masyarakat muslim maupun non muslim. Hal ini dikarenakan para pemuda dalam masa pertumbuhan fisik maupun mental, banyak mengalami gejolak dalam pikiran maupun jiwa mereka, yang sering menyebabkan mereka mengalami keguncangan dalam hidup dan mereka berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari berbagai masalah tersebut. Dan itu semua tidak mungkin terwujud kecuali dengan (kembali kepada ajaran) agama dan akhlak Islam, yang keduanya merupakan penegak (kebaikan dalam) masyarakat, (sebab terwujudnya) kemaslahatan dunia dan akhirat, dan sebab turunnya berbagai kebaikan dan berkah (dari Allah Ta’ala) serta hilangnya semua keburukan dan kerusakan.


Agama Islam sangat memberikan perhatian besar kepada upaya perbaikan mental para pemuda. Karena generasi muda hari ini adalah para pemeran utama di masa mendatang, dan mereka adalah pondasi yang menopang masa depan umat ini.
Oleh karena itulah, banyak ayat Alquran dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam yang menghasung kita untuk membina dan mengarahkan para pemuda kepada kebaikan. Karena jika mereka baik maka umat ini akan memiliki masa depan yang cerah, dan generasi tua akan digantikan dengan generasi muda yang shaleh, insya Allah[1].


Perhatian besar agama Islam terhadap kebaikan generasi muda

     Agama Islam sangat memberikan perhatian besar dalam masalah ini, terbukti dengan banyaknya hadits Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam yang berisi pujian bagi pemuda yang taat kepada Allah dan hadits lainnya yang berisi himbauan kebaikan khusus bagi para pemuda.

Dia antara hadits-hadits tersebut adalah:

- Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, "Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya: …Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah…"[2]

- Hadits yang diriwayatkan oleh 'Uqbah bin 'Amir radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya Allah Subhanu wa Ta’ala benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memiliki shabwah."[3] Artinya: pemuda yang tidak memperturutkan hawa nafsunya, dengan dia membiasakan dirinya melakukan kebaikan dan berusaha keras menjauhi keburukan[4].

- Hadits yang diriwayatkan oleh Utsman bin 'Affan radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, "Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kamu yang mampu menanggung beban pernikahan (memberi nafkah lahir dan batin), maka hendaknya dia menikah, karena itu lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaknya dia berpuasa, karena itu merupakan pengekang syahwat baginya[5].”


Mencermati keadaan para pemuda

Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin berkata, "Kalau kita meninjau dengan seksama (keadaan) para pemuda, maka secara umum kita dapat mengklasifikasi para pemuda ke dalam tiga (golongan):  pemuda yang istiqamah (baik akhlaknya), pemuda yang menyimpang (akhlaknya), dan pemuda yang kebingungan/terombang-ambing (di persimpangan jalan) di antara dua golongan tersebut di atas.

Adapun pemuda yang istiqamah (baik akhlaknya) adalah pemuda yang beriman (kepada Allah Ta’ala) dalam arti yang sebenarnya, dia meyakini agama Islam, mencintai, merasa cukup dan bangga dengannya. Mengamalkan Islam merupakan target utamanya, dan lalai dari agama merupakan kerugian yang nyata baginya.
Dia adalah pemuda yang selalu beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan agamanya bagi-Nya semata-mata dan tidak ada sekutu baginya.

Pemuda yang selalu meneladani Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam dalam (semua) ucapan dan perbuatannya, karena dia meyakini beliau sebagai utusan Allah dan panutan yang (harus) diteladani.

Pemuda yang mendirikan shalat secara sempurna sesuai dengan kemampuannya, karena dia yakin bahwa shalat memiliki banyak manfaat dan kebaikan dalam agama maupun dunia, bagi diri pribadi dan masyarakat, …

Adapun golongan yang kedua adalah pemuda yang menyimpang akidahnya, buruk tingkah lakunya, tertipu dengan dirinya sendiri dan tenggelam dalam keburukan hawa nafsunya. Dia tidak mau menerima (nasehat) kebenaran dari orang lain dan tidak mau menjauhkan dirinya dari kebatilan, egois dalam tindak-tanduknya, seolah-olah dia diciptakan untuk (kekal di) dunia dan dunia diciptakan untuk dirinya saja. Dia adalah pemuda yang membangkang dan tidak mau tunduk kepada kebenaran, serta tidak mau meninggalkan kebatilan.

Dan golongan yang ketiga adalah pemuda yang kebingungan dan terombang-ambing di persimpangan jalan, (sebenarnya) dia telah mengetahui dan meyakini kebenaran serta hidup di masyarakat yang baik, akan tetapi pintu-pintu keburukan terbuka lebar (di hadapannya melalui berbagai media dan sarana), berupa pendangkalan akidah, penyimpngan akhlak, kerusakan amal perbuatan, adat dan kebiasaan buruk, serta serangan berbagai macam kebatilan, yang membuatnya (terkurung) dalam pergolakan pikiran dan mental. Dia berdiri di depan berbagai macam gelombang (fitnah) ini dalam keadaan bingung dan tidak mengetahui: apakah semua pemikiran dan tingkah laku modern ini yang benar, ataukah adat-istiadat dari nenek moyang dan masyarakatnya yang baik? Maka jadilah dia bimbang dan guncang (dalam menentukan pilihan), sehingga terkadang dia mengikuti yang ini dan terkadang yang itu. Golongan pemuda ini akan mengalami keburukan dalam hidupnya, maka dibutuhkan pendorong yang kuat untuk membimbing mereka ke jalan yang baik dan benar, dan ini sangatlah mudah dengan Allah menghadirkan seorang juru dakwah (yang mengajak kepada) kebaikan dengan bijaksana, dan dilandasi ilmu serta niat yang baik…[6].”


Sebab-sebab yang mendukung terjadinya penyimpangan akhlak para pemuda dan cara mengatasinya

Sesungguhnya sebab-sebab (yang mendukung terjadinya) penyimpangan dan problem (di kalangan) para pemuda sangat banyak dan bermacam-macam, karena manusia di masa remaja akan mengalami pertumbuhan besar tubuh, pikiran dan akal. Karena masa remaja adalah masa pertumbuhan, sehingga timbullah perubahan yang sangat cepat (pada dirinya). Oleh karena itulah, dalam masa ini sangat dibutuhkan tersedianya sarana-sarana untuk membatasi diri, mengekang nafsu dan pengarahan yang bijaksana untuk menuntun ke jalan yang lurus[7].
Di antara sebab-sebab penting yang mendukung terjadinya penyimpangan akhlak para pemuda tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Waktu luang.

Waktu luang bisa menjadi penyakit yang membinasakan pikiran, akal dan potensi fisik manusia, karena diri manusia harus beraktifitas dan berbuat. Jika diri manusia tidak beraktifitas maka pikirannya akan beku, akalnya akan buntu dan aktifitas dirinya akan lemah, sehingga hatinya akan dikuasai bisikan-bisikan pemikiran buruk, yang terkadang akan melahirkan keinginan-keinginan buruk.

Untuk mengatasi hal ini, hendaknya seorang pemuda berupaya (untuk mengisi waktu luangnya) dengan kegiatan yang cocok (dan bermanfaat) untuknya. Seperti membaca, menulis, berwiraswasta atau kegiatan lainnya, untuk menghindari kekosongan aktifitas dirinya, dan menjadikannya sebagai anggota masyarakat yang berbuat untuk dirinya dan orang lain.

  1. Kesenjangan dan buruknya hubungan antara pemuda dengan orang tua, baik dari kalangan keluarganya ataupun orang lain.

Kita melihat orang tua yang menyaksikan penyimpangan akhlak pada pemuda di keluarganya atau selain keluarganya, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya berdiri kebingungan dan tidak mampu meluruskan akhlaknya, bahkan dia berputus asa dari kebaikan pemuda tersebut. Hal ini menimbulkan kebencian dari pihak orang tua kepada para pemuda, bahkan ketidakperdulian dengan semua keadaan mereka yang baik ataupun buruk. Bahkan terkadang hal ini menjadikan para orang tua menilai negatif kepada semua pemuda, yang ini akan menyebabkan ketidakharmonisan hubungan mereka dalam masyarakat, karena masing-masing pihak akan memandang yang lainnya dengan pandangan kebencian dan melecehkan. Jika ini terjadi maka berarti bahaya besar sedang mengancam kelangsungan hidup bermasyarakat.

Untuk mengatasi masalah ini, hendaknya masing-masing dari pihak pemuda maupun orang tua berusaha keras untuk menghilangkan kesenjangan dan buruknya hubungan mereka itu, dan hendaknya masing-masing pihak meyakini bahwa sebuah masyarakat dengan para pemuda dan orang tua adalah bagaikan tubuh yang satu , jika salah satu anggotanya rusak maka akan menyebabkan kerusakan semua anggota masyarakat lainnya.

  1. Bergaul dan menjalin hubungan dengan teman pergaulan yang menyimpang akhlaknya.

Hal ini sangat mempengaruhi akal, pikiran dan tingkah laku para pemuda. Oleh karena itulah, Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,

المرء على دين خليله، فلينظر أحدكم من يخالل

"Seorang manusia akan mengikuti agama teman dekatnya, maka hendaknya salah seorang darimu melihat siapa yang dijadikan teman dekatnya[8].”

Dalam hadits lain beliau shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, "Perumpaan teman bergaul yang buruk adalah seperti peniup api tukang besi, bisa jadi dia akan membakar pakaianmu, atau (minimal) kamu akan mencium darinya bau yang tidak sedap[9].”

Untuk mengatasi masalah ini, hendaknya seorang pemuda berusaha mencari teman bergaul orang-orang yang baik dan shaleh serta berakal, agar dia bisa mengambil manfaat dari kebaikan, keshalehan dan akalnya. Maka hendaknya seorang pemuda menimbang keadaan orang-orang yang akan dijadikan teman bergaulnya, dengan meneliti keadaan dan akhlak mereka.

  1. Mengkonsumsi sumber-sumber bacaan yang merusak, baik berupa artikel, surat kabar, majalah dan lain-lain. Yang menyebabkan pendangkalan akidah dan agama seseorang, serta menjerumuskannya ke dalam jurang kebinasaan, kekafiran dan keburukan akhlak. Khususnya jika pemuda tersebut tidak memiliki latar belakang pendidikan agama yang kuat dan pola pikir yang benar untuk dapat membedakan antara yang benar dan yang salah, serta yang bermanfaat dan membinasakan.

Untuk mengatasi masalah ini, hendaknya seorang pemuda menjauhi sumber-sumber bacaan tersebut, dan beralih kepada sumber-sumber bacaan lain yang akan menumbuhkan dalam hatinya kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alahi wa sallam, serta menyuburkan keimanan dan amal shaleh dalam dirinya. Dan hendaknya dia bersabar dalam melakukan semua itu, karena hawa nafsunya akan menuntut dia dengan keras untuk kembali membaca bacaan-bacaan yang telah biasa dikonsumsinya, dan menjadikannya bosan serta jenuh untuk membaca bacaan-bacaan lain yang bermanfaat. Ibaratnya seperti orang yang berusaha melawan hawa nafsunya untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah, tapi nafsunya enggan dan selalu ingin melakukan perbuatan yang sia-sia dan salah.

Sumber bacaan bermanfaat yang paling penting adalah Alquran dan kitab-kitab tafsir yang berisi riwayat-riwayat tafsir yang shahih dan penafsiran akal yang benar. Demikian juga hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam, kemudian kitab-kitab yang ditulis oleh para ulama ahlussunnah berdasarkan dua sumber hukum Islam ini.

  1. Persangkaan keliru para pemuda yang menganggap bahwa ajaran Islam mengekang kebebasan dan mematikan potensi mereka. Maka persangkaan ini menyebabkan mereka berpaling dari syariat Islam dan meyakininya sebagai agama yang ketinggalan jaman yang mengharuskan pemeluknya untuk mundur kebelakang dan menghalangi mereka untuk mencapai kemajuan dan keterdepanan.

Untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menyingkap tabir yang menghalangi para pemuda dari memahami hakikat ajaran Islam yang sebenarnya, melalui pengajaran dan nasehat yang baik dan bijaksana. Karena persangkaan tersebut timbul dari ketidakpahaman, atau salah persepsi dalam menilai ajaran Islam.

Maka ajaran Islam tidaklah mengekang kebebasan manusia, tetapi justru mengatur dan mengarahkan dengan baik kebebasan tersebut, agar tidak berbenturan dengan kebebasan orang lain, jika kebebasan tersebut tidak dibatasi. Karena tidak ada seorangpun yang menghendaki kebebasan mutlak tanpa batas kecuali dia mesti akan mengorbankan kebebasan orang lain, sehingga terjadilah benturan yang mengakibatkan timbulnya kekacauan dan kerusakan.

Oleh sebab itulah, Allah menamakan hukum-hukum dalam agama Islam dengan sebutan al-hudud (batasan-batasan), baik yang bersifat larangan, seperti dalam firman-Nya,

تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلا تَقْرَبُوهَا

"Itulah batasan-batasan (larangan) Allah, maka janganlah kamu mendekatinya" (QS Al-Baqarah:187).

Ataupun yang bersifat kewajiban, seperti dalam firman-Nya,

تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلا تَعْتَدُوهَا
"Itulah batasan-batasan Allah, maka janganlah kamu melanggarnya." (QS. Al-Baqarah:229[10].


Penutup

Demikianlah tulisan singkat ini, semoga bermanfaat dan menjadi motivasi bagi kita semua untuk lebih memperhatikan upaya memeperbaiki kondisi generasi muda Islam, melalui bimbingan dan nasehat yang baik dan bijaksana, agar nantinya mereka benar-benar bisa memberi manfaat yang baik untuk Islam dan kaum muslimin.

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
                                                 Kota Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam, 11 Ramadhan 1430 H
                                                                           

Penulis: Abdullah bin Taslim Al-Buthoni, M.A.


[1] Keterangan syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin dalam kitab Min musykilaatisy syabaab hal. 5-6) dengan ringkas dan sedikit penyesuaian.
[2] HR. Bukhari (no. 1357) dan Muslim (no. 1031).
[3] HR Ahmad (2/263), ath-Thabrani dalam Al-Mu'jamul Kabir (17/309) dan lain-lain, dinyatakan shahih dengan berbagai jalurnya oleh syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahiihah (no. 2843).
[4] Lihat kitab "Faidhul Qadiir" (2/263).
[5] HSR al-Bukhari (no. 4779) dan Muslim (no. 1400).
[6] Keterangan syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin dalam kitab Min Musykilaatisy Syabaab hal.. 6-12dengan ringkas dan sedikit penyesuaian.
[7] Ibid (hal. 12).
[8] HR Abu Dawud (no. 4833), at-Tirmidzi (no. 2378) dan al-Hakim (4/189), dinyatakan shahih oleh al-Hakim dan disepakati oleh adz-Dzahabi, serta dihasankan oleh syaikh al-Albani.
[9] HSR al-Bukhari (no. 1995) dan Muslim (no. 2628).
[10] Keterangan syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin dalam kitab Min Musykilaatisy Syabaab  hal.. 12-16, dengan ringkas dan sedikit penyesuaian.  
                                                                DOWNLOAD VIDEO

Monday, August 2, 2010

Bersin mendatangkan jodoh

Kisah ini saya ambil dari seorang ikhwan yang juga sahabat saya semoga allah menjaganya.

Di sebuah bis yang melaju dengan kencang, di antara penumpang yang berjejal-jejalan ada seorang bapak-bapak yang bersahaja. Si bapak pada waktu itu beruntung karena beliau mendapat tempat duduk yang nyaman, berbeda dengan penumpang yang lain, mereka harus berdiri dengan penatnya. Meski mereka berkumpul, tapi hati mereka sendiri-sendiri, karena mereka naik bis juga dengan tujuan masing-masing atau dengan kata lain mereka saling cuek. Jadi mereka hanya diam membisu mendengar dentuman mesin bis yang memecah kebisingan.

Hawa yang sangat panas dan pengap di bis tersebut, sang bapak ini terlihat dari awal menutup hidungnya, sebagian penumpang hanya sesekali melirik sang bapak yang mengusap-usap hidungnya yang sedikit mbeler.. tiba-tiba bersin dengan kerasnya “ hwaajing!!! ….Alhamdulillah !! “ Doa sang bapak dengan bersinnya. Tapi mereka para penumpang tak menghiraukannya..

“ YARHAMUKALLAH” ada satu suara menyahut di antara penumpang yang berdiri. “ YAHDIKUMULLAH!!” jawab sang bapak dengan agak serak-serak basah…

Sungguh sang bapak menjadi trenyuh dan salut dengan suara tadi,” kok di jaman yang makin edan ini masih ada seseorang yang mengamalkan doa bersin yang disunnah nabi.. “sungguh amat jarang sunnah nabi yang ketika orang bersin lalu berdoa dan yang mendengar ikut juga mendoakan ” batin sang bapak.

Lalu di carilah sumber suara tadi..” Mana ya orang yang mengucapkan doa yarhamukallah tadi ?” sang bapak sambil kepalanya menjulur ke kanan dan ke kiri mencari tau orang yang di maksud.
“ Oooh itu dia orangnya!! Subhanallah!! Ternyata dia seorang pemuda ” lalu di hafalnya wajah tersebut.

Bis yang dari tadi melaju dengan tenangnya tiba-tiba melambatkan kecepatannya,,”srrtttt…. criiit “ suara rem Bis.

Ternyata pemuda yang tadi mengucapkan “ Yarhamukallah” itu turun. Tapi dengan serta merta mata sang bapak yang dari kejadian tersebut selalu mengawasi gerak gerik sang pemuda tiba-tiba juga merespon untuk turun juga, padahal sang bapak dari semula berbeda arah tujuan bis.

Akhirnya sang bapak dengan tergopoh-gopoh menguntit dan menyusul sang pemuda tersebut..

“ tunggu anak muda!!” teriak sang bapak dengan maksud agak pemuda ini berhenti..

“ ada apa pak?” jawab sang pemuda dengan sopannya.

“ Ananda mau kemana? “ bisakah kita ngobrol2 sebentar?” potong sang bapak.

“ Iya pak..mungkin ada yg bisa saya bantu?”

Akhirnya terjadilah perkenalan diantara mereka, dan terjadi keakraban. Tidak lupa bapak tersebut juga saling bertanya tentang perihal sang pemuda,

Perkenalan yang singkat tapi penuh makna. Merekapun akhirnya berpisah, sang bapak bisa sedikit tau si pemuda, dia anak yang sholeh insyaallah, dan bujang..

Beberapa minggu kemudian sang pemuda memenuhi undangan sang bapak ke rumahnya…

Tahukah kalian temen-temenku? pemuda tersebut datang ke rumah si bapak..

Karena sang bapak bermaksud hendak menjodohkan putrinya dengan pemuda ini..

Karena sang bapak percaya bahwa pemuda ini mempunyai akhlaq yang sholeh

Llihatlah teman!! ketika pada masa ini banyak pemuda yang ke hilangan kehormatan agamanya tapi pemuda ini dengan penuh percaya diri mengamalkan sunnah-sunnah Nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wasallam yang sudah asing di mata umat ini. Amalan yang ringan tapi Allah mendatangkan rizqi berupa jodoh pada pemuda ini. Subhanallah.

Wallahu a’lam
                                                                DOWNLOAD VIDEO

Thursday, December 17, 2009

Kisah pacaran yang menyebabkan tergadainya aqidah

Kisah ini saya nukil dan edit (gubah) dari kitab Syeikhul Islam Ibnu Qayyim Al Jauziyah rahimahullah dalam kitab beliau yang berjudul Raudhotul Muhibbin. Kalau dalam edisi terjemahan agak lupa kayaknya “ Taman-taman Orang yang Jatuh Cinta”, cet. Irsyad Baitussalam ato buku “Cinta dan Syahwat” Ibnu Qayyim. Tapi no what what ini saya ketengahkan kisah cinta dengan gaya bahasa apa adanya ( menjiwai hehehee).

Di suatu negeri tersebutlah seorang pemuda yang tampan dan cakap,dan muslim yang shaleh. Kesehariannya dia sebagai tukang kunci dan tukang pembuat pintu rumah. Pemuda ini hanya hidup berdua dengan ibunya. Mereka sangat bahagia dengan kesederhanaannya.

Seperti hari-hari yang telah lalu, pemuda ini selalu mendapat order dari masyarakat setempat untuk membenahi pintu sekalian dengan memasang kuncinya..kali ini dia dapat tawaran dari seorang bangsawan kaya,,

Dengan semangatnya pemuda ini mendatangi rumah bangsawan tersebut,
“ Permisi tuan, tadi tuan memesan saya untuk memperbaiki pintu, mungkin pintu yang mana tuan? Apakah saya bisa kerjakan sekarang?” Tanya sang pemuda kepada pemilik rumah.
“ Oh pintu yang depan ya, silakan di kerjakan sekarang saja, yang penting beres,,saya tinggal dulu sebentar” terang si pemilik rumah.

“Baik tuan.” Jawab pemuda ini dengan sopannya dan dia bergegas mendatangi pintu yang di tunjuk si pemilik rumah dan dengan teliti dia berusaha sebaik mungkin memberi pelayanan yang memuaskan untuk pelanggannya.

“dog!! dog!!! dog!! tak tak tak!!!..” suara peralatan pemuda itu yang sedang memperbaiki pintu, dengan konsentrasi penuh agar pekerjaannya cepat selesai.
Tapi tiba-tiba ada sekilas bayangan yang tampak oleh matanya seorang wanita menawan hati. dan wanita tersebut juga sedang mengawasi si pemuda dengan seksamanya. Tampak raut-raut kekaguman di antara ke duanya.

Sungguh hati pemuda begitu takjub melihat kecantikan putri sang pemilik rumah, laksana rembulan di padang ilalang. Sebagaimana kebiasaan bangsa arab bahwa wajah yang nampak dari seorang wanita adalah sebuah fitnah yang terbesar yang membuat hati akan merasa cenderung kepadanya.

Begitu juga wanita ini dia begitu terpesona dengan ketampanan sang pemuda..
Hati mereka seperti terbang bersama angan angan yang tiada hentinya…

Akhirnya pemuda tesebut menyelesaikan pekerjaannya membenahi pintu, setelah mendapatkan upah dari sang pemilik rumah dia segera bergegas pulang.

“ Ya Allah, aku melihat wanita yang bagus perawakannya dan bersih wajahnya, sepertinya aku akan merindukannya.” bisik pemuda dalam hatinya ketika dalam perjalanan.

Tak terkecuali juga sang wanita, kini pekerjaannya hanya melamun saja di kamar memikirkan pemuda tersebut. “ Ternyata hatiku terfitnah dengan pemuda tersebut, apakah dia juga memikirkanku ya?”

“ Duhai engkau hati kemana gerangan membawa cinta yang tiada berujung.
Aku merindukan seseorang tapi aku tak sanggup menerka isi hatinya.”
Rindu mereka semakin menjadi-jadi, kekalutan hati yang tak menentu, dan berusaha untuk mengungkapkan isi hati bahwa mereka betul-betul saling mencintai.
“ Aku akan menemuinya dan akan ku katakan pada rembulanku.”
"Rasa-rasanya beban hati akan menimpa insan yang di rundung ‘isyq.
Tapi lihatlah kini aku datang kepadamu dan akan ku katakan.
Dengan keceriaan hati agar engkau tahu jiwa ini begitu memikirkanmu.”
Tapi apa yang terjadi, takdir Allah berkehendak lain, sebelum pemuda ini mengungkapkan isi hati, sang bangsawan dan keluarganya telah pindah ke negeri lain.

Maka meranalah hati pemuda ini karena sang pujaan hati makin jauh dari pandangan. Kini ia hanya meratap tentang nasib cintanya. Hari- harinya kini begitu sempit, hanya tangisan rindu yang tak terpendam.

Semakin hari rasa rindu semakin mendalam, dia hanya berpikir bagaimana cara ia tahu kabar sang pujaan hati. Maka dia mendapatkan jawaban yang tepat yaitu dengan menitipkan surat dan kurir ke sahabatnya yang biasa safar ke negeri sang wanita tinggal saat ini.

“ Sampaikan surat ini ke fulanah saudaraku, tanyakan kabarnya dan mintalah jawaban dari isi surat ini.” pesan sang pemuda kepada sahabatnya yang akan safar.

Akhirnya sahabat ini safar dan menyampaikan surat yang di titipkan kepadanya. Dan begitu sang wanita mengetahui bahwa yang datang adalah kabar dari sang pemuda, dia begitu senang nya. Dan di bukalah surat ini yang berisi tentang ungkapan isi hati sang pemuda. Gayungpun bersambut, wanita ini begitu bahagia dengan apa yang barusan ia baca. Lantas dengan bergegas ia membuat surat balasan tentang jawaban hatinya.

“ sampaikan surat ini dan katakan pada fulan jika kerinduan yang terpendam akan segera terungkap laksana matahari di siang hari”.

Lalu pemuda tersebut pulang dari safar-nya dan tidak lupa menyampaikan pesan dan surat dari seseorang.

Sang pemuda kian hari kian rindu akan cintanya setelah dia tahu sambutan cinta dari sang kekasih. Kini dia hanya meratapi nasibnya yang jauh dari sang dambaan hati. Rindunya yang semakin dalam membuat dia tidak bergairah,dia lupa makan, hari-harinya hanya melamun dan melamun hingga diapun terjatuh sakit.. dan sakitnya kian hari kian memburuk.

Ibunya melihat kondisi putranya merasa iba, dia bingung penyakit apa yang menimpa putranya, dia sudah mendatangkan banyak tabib tapi penyakitnya tak kunjung sembuh. Seperti kebanyakan seorang ibu yang begitu sayangnya pada sang anak, dia mencari tahu apa penyebabnya. Lalu dia mencoba mengorek keterangan dari sahabat sang putra.” Duhai ummu fullan.putramu terkena penyakit aneh,dia tidak akan sembuh karena obatnya begitu susahnya, karena dia sedang jatuh cinta, maka tiada obatpun kecuali dia harus bertemu dengan kekasihnya” itulah jawaban dari sahabat putranya itu.dan banyak hal ihwal lain yang dia ceritakan kepada sang ibu yang dia ketahui tentang kisah cinta putranya.

Sang ibu yang begitu sayang pada putranya, dan menginginkan kesembuhannya. Dia berusaha menghibur dan menceritakan tentang sang wanita yang di rindukan sang putra dengan tujuan agar sang anak cepat sembuh “ Putraku bagaimana keadaanmu? Ketahuilah si fulanah juga merindukanmu, bersegeralah temui dia…” hibur sang ibu dengan cerita yang di buat-buat agar anaknya tambah semangat dan di harapkan cepat sembuh.

Tapi apa yang terjadi, maka makin merindulah pemuda ini, rindunya makin menjadi-jadi bak ulat yang terkena panas matahari di siang hari, begitu rindunya menjadikan kondisi pemuda ini semakin parah sakitnya. Dan hampir-hampir ia sakaratul maut.

Mendengar sang pemuda sakit parah maka sahabatnya yang biasa mengantar surat ini bergegas datang menjenguknya. Sahabat ini merasa iba “ Sahabatku engkau sakit begitu parah, apa yang terjadi gerangan? mungkin aku membantuku?” hibur sahabat.
“ Aduhai cinta kini aku seperti terlilit olehnya,
aku tak sanggup menahan perih
sebab jauh dengan laila,
setiap apa yang terpendam dalam beban yang membuat sakit parah tubuh ini.
tak membuatku jera akan mencintainya,
aku akan mendapatkan dambaanku dan aku akan menemuinya.”
“ Bagaimana engkau akan melakukannya teman? Sementara engkau jauh dengannya dan keadaanmu seperti ini.” Tanya sang sahabat.

“ Meski di dunia aku tak bisa bersamanya, dan tidak bisa menemuinya tapi di akhirat aku akan menemaninya.”
“ Karena kami beda keyakinan aku takut akan terpisah dengannya maka Saksikanlah teman! aku akan keluar dari agama Muhammad dan aku akan bersaksi bahwa Isa putra maryam adalah tuhan” maka setelah ia berucap seperti itu, malaikat Izroil mencabut nyawanya. Na’udzubillah min dzalik.

Sahabat dan ibunya tersentak atas kematian putra tercintanya. Hanya tangisan-tangisan ratapan yang tiada henti-hentinya.

Beberapa hari kemudian setelah sepeninggal pemuda ini, maka sahabat ini berinisiatif mengabarkan perihal tentang keadaan pemuda tersebut kepada kekasihnya.

Setelah sampai di negeri tempat tinggal si wanita, maka sahabat ini memasuki rumahnya. Tak di sangka ternyata wanita ini juga sedang sakit parah, dan mendekati sakaratul maut juga, akhirnya sahabat ini mengurungkan niat untuk mengabarkan perihal atas kematian sang pemuda. Dia takut jika mengabarkannya nanti hati si wanita bertambah sedih dan sakitnya bertambah parah.

Dengan di antar bapaknya akhirnya sahabat ini memasuki kamar si wanita. Mendekatlah ia, begitu pilunya melihat kondisi wajah wanita yang pucat pasi tak berdaya. “ Bagaimana keadaanmu saudariku? Apa yang menyebabkanmu sakit seperti ini?” Tanya sang sahabat.
“ Sebagaimana siang yang selalu ada dengan mentari,
kini setiap aku berhembus nafas, wajahnya selalu mengikuti,
bukti pengorbanan yang perlu tak semestinya,
rindu ini menjadikan tepisah dengan sang dambaan,
rasa ini ingin selalu bersua dengannya,
Laksana gemetar malam,dengan riangnya bintang.
aku akan selalu mengejar kemana kekasihku ini”
“ Duhai saudariku bagaimana engkau akan melakukannya, sementara keadaanmu seperti ini.” hibur sang sahabat.

“ Rindu ini begitu hebatnya, aku tak sanggup berpisah dengannya, meski nyawa kami terjemput malaikat maut, hati kami akan terpaut dan aku yakin kan bersatu dengannya.”

“ Aku ingin bersamanya dan tak akan terpisah dengannya di kemudian hari. Maka saksikanlah !! bahwasanya Isa putra Maryam adalah nabiyullah dan aq bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak di sembah kecuali Allah dan Muhammad bin’Abdullah adalah utusan Allah.”

Maka terkejutlah bapaknya mendengar putrinya mengucapkan kalimat itu, lalu dia teriak ke pemuda ini “ Anak kurang ajar ini sekarang menjadi golonganmu, sekarang ambil dan bawa dia!!!”

“ Tunggu bapakku !” si wanita berusaha teriak sambil melambaikan tangannya dengan lemah.

Tapi qodarulllah sepenggal kata itu menjadi ucapan terakhir dari bibir wanita tersebut. Dia meninggal dalam keadaan Islam.

Sungguh maha Benar Engkau ya Allah, yang membolak balikkan hati ham-hamba-Nya. Maka tetapkanlah hati ini agar selalu istiqomah di jalan-Mu.

Inilah secuil kisah dari banyak kisah tentang sepak terjang yang mengatas namakan cinta. Tulisan ini aku persembahkan untuk teman-teman dakwah yang mengatas namakan adanya “ Pacaran Islami”. Banyak hal yang perlu kita kaji tentang makna pacaran. Karena kita tahu bahwa konteks pacaran zaman sekarang semakin kacau. Monggo teman-teman camkan baik-baik tentang makna pacaran sebenarnya, atau mungkin lebih enak meminjam istilah saudara Salim A. Fillah “ ni’matnya pacaran sesudah menikah."

Waah jadi ke pengen pacaran nih..hehheee pacaran setelah menikah coy!! OK

Fastabikhul khoirot…teruntuk doa ORTU tercinta I LOVE U n saudara-saudaraku

Dan teman-teman tercinta yang bikin aku semangat menulis kisah ini (meski tulisannya semrawut hihihihi) yuhuuu ada ukhty Fikkriya ilmiyati dan bojonya, Suti wulan sari, lisdawati, bu guru Iva Rosita, bunyai Ari zuntriana, ada Nurin, ada Minyak goriang, Kaffa n Mbah bedjo (betet), Alim dholim teman2 MAN model palangkaraya 2002 n teman2 MAN 3 kediri. MTSN 2 Kediri.

Cayooooooo expresikan cinta-cintamu tunggu pelajaran berikutnya boleh request loh? Mau kisah apa? Kisah cintaku? Kisah cintamu? Ato “kisah kasih di sekolah” loh kok lagunya Marshanda..hihiiii
Hanya seuntai kata yang aku haturkan untuk kalian “ apa yang kita pikirkan dari yang namanya maut, tapi engkau tak bisa menyangkalnya. Dulu kita tersenyum riang dimasa kanak-kanak. Tapi lihatlah kini sebagian kita di panggil oleh teriakan putra putri kita “ayah ibu !!” lalu tiba-tiba kita sudah beruban dan keriput kulit ini. Duh ternyata terlalu pendeknya umur ini, sementara amal kita begitu sedikitnya ”. Uhibbukum fillah.

Syekh Ghimoen Yajlisu ‘Alal Qomari Al Kadiri
( Syekh Ghimoen Mentingkring Diatas Rembulan Al Kadiri )

Yogyakarta, 17 Desember 2009
pkl. 10.00-14.33 WIB ( Waktu Indonesia Beriman)
                                                                DOWNLOAD VIDEO

Friday, December 4, 2009

Mataku di Culek Guru Agama

Masa yg indah masa yg g ada beban buatku….lucu!!! 

aq tergolong anak yg masa pertumbuhannya kurang gizi hehehe kurus dekil n rambut pirang gondrong, tapi bukan keturunan bule kale,,tapi akibat kena matahari. Biasa habis pulang skul g langsung pulang tapi langsung k sungai, cari iwak “wader” hehehe


Meski begitu aq tergolong encer otaknya heehehe( narsiz dikit ) menjadi kampium kelas udah biasa, jadi murid teladan jg biasa,

Ayahq bukan orang berduit, bukan seorang kantoran tapi seorang juru ketik alias cetak batu bata..( kalo buat batu bata seperti orang ngetik tapi pake semua jari), sementara ibuku jual sayuran keliling, biasanya kalo ada dagangan ES lilin aq yg nyuri hehehehe, maaf Mak!!

Dengan kondisi keluarga yg pas2an q dah biasa berangkat skul g pake uang saku..paling banter 3 kali seminggu dapat uang saku itupun cm Rp. 100,- no problem bagiku..

SDN Blabak 4 kediri, skul yg lumayan popular di tingkat kecamatan, cz biasa waktu itu selalu mengirimkan kandidat pelajar2 yg cerdas se kota..termasuk aku..

Seragam skul aja artistic bgt. Bagaimana enggak!! Kancing baju yg warna warni, yg atas hitam yang bawah putih yg tengah g ada. jadi kelihatan dadanya yg kerempeng hehehehe

Tapi aq heran kok tetap PD ya hihihihiii

Waah sekolah yg menjemukan!! Sialan!!! Aq jg ingat gmn ortuq harus nabrak2 membiayai kami..hehehehe tiap bulan pasti di tagih spp, aq lihat ortu pasti menghiba2 minta kompensasi pembayaran..kami biasanya membayarnya lunas ketika masa pembagian rapor,( waktu itu dg system catur buakn semester ) karena ancaman dari skul kalo g bayar lunas bakal g di kasih rapor. Dulu aq pernah menangis hanya gara2 raporq g di kasih waktu kenaikan kelas..waaaaah meski nakal cengeng jg ya hehee…

Yg bikin takjub ortuku adalah yg selalu menghibur aq ketika g dapat rapor “ eeh Le ra ono gunane rapor, kwi mung akal2e guru, seng nilai mung menungso dudu gusti Allah..lek ora di kekne raporte ben di gawe kulub gurune” ( “ eeh nak! G ada gunanya rapor, itu cm akal2annya para guru, yang nilai cm manusia aja bukan Allah, kalo g di kasih rapornya..paling buat urap2an pengganti sayur ma gurunya )wakakakaa ORTUq emang jenius…I lup u pulll

Tpi dasar aq ndablek jg ya..pernah aq di marahi guru..karena g bayar spp setahun penuh ( biasa ortu g py uang, makan aja kadang pake garam ) mending aq g skul..aq seminggu g skul nih mending cari ikan hehehe..Ortu jg bilang “le skul kwi garai goblok..garai nakal kanjeng nabi wae ora skul..Gusti Allah nglebokne suargo ora takon skulmu biyen piye? Ora le..gusti Allah kwi mung takon amalmu” waah lagi2 ortu itu menguatkan batiniyahku..

Walaah ternyata ibu guru mengalah jg ya..akhirnya q di cari pihak skul untk masuk lg..hehehe n d bebaskan dr spp dg alasan “orang mlarat yg py potensi yg harus di selamatkan” wakakkaka….

Aq cuek aja aah..yg penting saat itu duniaq hanya bermain entah di bilang kere ato mlarat its ok g da masalah..

Apakah aq mengenal istilah cinta di waktu ini?



Uuuupps cimoi alias cinta monyet ternyata ada jg ya…ternyata perasaan itu bukan milik orang kaya jg ya..aq yg dekil ternyata jg merasakan…

Eehm I remember it…namanya Hindun..meski aq dulu g bisa membedakan mana yg cantik mana yg jelek.( tapi yg jelas kalo ketemu sekarang temen2q cantik semua )

Biasa anak kecil kalo kumpul2 ma temannya pasti ngecengin anak2 cew hehehehe.

Salah satu sifat anak2 yg ingin caper adalah selalu mengejek anak2 cew ( padahal seneng hehehhe)

Tiaphari kerjaanku ngejekin si hindun dkk..kadang sampai nangis..tapi mereka g salah serunya kadang aq di kasih gelar yg aneh2..hingga sampai sekarang gelar itu melekat ma teman2 kalo ketemu. Mereka memanggilku dengan sebutan “ mintuk gedang goring min ngantuk di untal gareng” hehehhehe..

“Aduuuuuuuuuuuuh tolong!! Qm kok berani ya “ sambil senyum2 hindun..dan tiba2 temen2 kami sorak sorai..minan pacarnya hindun hehehe cieeee aq jadi malu..aq g sengaja meluk dia waktu kita kejar2an main kasti satu kelas..

Meski begitu pertemanan kami g terganggu krn aq cm sekedar senang ja ma hindun..n g ada kamus yg namanya tembak2n untuk komit k pacaran..perasaan aneh!!! cimoy



Orang terkejam yg membekas dalam hati

Meski otakku encer tapi sebagian guru ada yg senang terhadapku, alasan biasa udah mlarat suka bantah dekil, kalo berangkat skul hanya cuci muka..

Waktu itu pelajaran Agama..ni bu guru killer bgt yaah..biasakan anak kecil yang seneng ngeyel ma teman2 sehingga buat gaduh kelas..bgt aq..yg lumayan gaduh..

Kebiasaan guru selalu membawa “duding” sejenis alat tunjuk papantulis yg dari bamboo, panjang kira2 1,5 meter. Ini guru kalo ngajar jimatnya pasti kaya’ gni..uuh kalo lihat wajahnya aq pengen meludahi aja. Tapi takuuuuuthehhehehe kan masih kecil , ya mungkin hanya d simpen dlm hati ja. kesel campur sebel yg sok disiplin bikin dongkol.

“ Craakkk “ tiba2 murid2 terdiam mendengar suara ngeri ini,mereka jd takut bgt.aq hanya terdiam tak berkutik aq hanya memegangi mataku sebelah sambilmenangis..mataku terasa perih setelah guru killer ini men” Culek” mataku dengan duding itu….panas dada ini. Aq pengen pulang ambil aret ( sabit buat cr rumput) q pengen cabik2 bu guru yg sinting ini. Tapi aku urungkan niat karena teringat nasehat bapakq “ le dadi wong mlarat kwi seng nrimo, seng sabar, seng jembar ati”

Duh pulang skul aq hanya nangis di pinggiran kali…"ya Allah begitu ni’matnya menjadi orang mlarat..
                                                                DOWNLOAD VIDEO